Wednesday, May 20, 2015

Rendezvous (5 Seconds)

bahagia

seolah tidak tahu apa yang akan terjadi di masa datang
harapan baru bermunculan
setiap kali kau melintas

lagi lagi,
kita tidak butuh 2 jam untuk berfantasi bersama
tidak perlu ungkapan secara implisit.
aku begitu mengenalimu
gesturmu
kelembutan tanganmu saat mendekapku lebih dekat
senyuman bulan sabit mu

aku hanya butuh 5 detik untuk menikmati semuanya

aku pernah sekali mendengar,
kau berkata kepada yang lain,
setelah pertemuan 5 detik itu,
bahwa,
akulah yang kau banggakan.

seseorang menyampaikan padaku juga
katanya,
kau mengindahkanku,
kau memujiku dan memujaku
setelah pertemuan 5 detik itu.

lebih baik seperti ini,
walaupun selalu singkat
aku sungguh lebih ingin tahu dengan cara demikian,
dibanding kau menyampaikannya secara langsung.
nanti, aku jadi berharap lebih
nanti, aku meninggi
dari 5 detik menjadi 1 menit
tak kubiarkan diri ini terbang lebih jauh.

Thursday, April 23, 2015

Somewhere I'm A Sailor Who Sailed The Ocean

Somewhere I'm an Oscar winner
for the category Best Original Screenplay
a play based on my extraordinary life

Somewhere I'm on the other universe
where we sit in a table of two
enjoying our breakfast at Port Orchard.

Somewhere, I want to start gardening
then do it over and over again
for the rest of my life

Somewhere I want to be a wedding singer
to embrace every single happy love song

Somewhere I want to dig my own grave
so I don't have to worry about
the day I die

Somewhere I'm a campaign manager,
who could make Hillary win the 2016 race

Somewhere I live a very fine life
with 2 adorable kids and
a perfect partners to be cuddled

Somewhere I'm not waiting for the miracle,
you on the other hand, waiting for my final answer

Somewhere I'm a successful practitioner
yet I'm also a compassionate lectures

Somewhere
Somewhere
Where you and I are not even exist

No happy end. Just happy without an end.

Wednesday, April 8, 2015

Ini yang seharian dipikirin di kantor


Semalam, secara random gue menulis beginian di timeline twitter gue.

"It's funny when someone become so important in your life, but not the other way around"


Setelah sadar, 5 menit muncul di timeline, gue menghapus tweet tadi. Gue mulai berpikir, kenapa yah kok akhir - akhir ini gue suka nge tweet yang gloomy terus sok sok an galau gitu, Kadang banyak posting yang terjadi tanpa kuasa gue. Mungkin justru karena alam bawah sadar yang bekerja, jadi lebih jujur aja. 

Engga kok, gue engga sedesperate itu juga. Kadang gue berpikir, kenapa yah galau jadi trend? Coba cek deh di Instagram atau Path orang - orang (gue ga punya path), kalo posting quotes galau gitu, pasti laku keras deh. Likes sama loves nya jadi banyak banget. Apa emang betul banyak orang yang merasa demikian, jadi kayak senasib sepenanggungan? Atau emang secara stimulan lo adalah orang yang, yaudah like aja biar asik? Entah gue juga gatau gue masuk manusia yang mana. 

Pikiran gue cukup melonjak kalo mikirin hal ginian. Kadang nih ya, bisa bener - bener mikirin, namun karena pembawaan gue yang super sesantai ini, jadi orang orang ya ga bakal tau kalo gue mungkin lagi kenapa - kenapa. Terus tiba - tiba gue nge tweet, again secara ga sadar (defensif) baru deh orang aware. Biasanya abis ada yang nanya kenapa gue nge tweet gitu, gue pun ga bisa ngebales. Karena somehow gue ga ngerti gue mikirin apa, dan gue lagi kenapa. 

Balik lagi ke tweet diatas (seiring dengan menulisnya ini, gue berpikir ulang). Kenapa ya manusia bisa merasakan hal - hal yang dia tepis untuk dia rasakan. Atau sebenernya, manusia itu enjoy dengan setiap rasa yang di miliki. Sejujurnya, menjadikan seseorang dunia lo itu gak ada salahnya. Hal pentingnya adalah, lo jangan ngarep kalo dia bakal melakukan hal yang sama. Kalo tulus, ya di santai in aja, do not stop caring for someone, if you are willing to do it.  Kalo ga kuat, kalo lo tiba - tiba baper ya berhenti sekarang juga. Tapi terkadang, orang kan boleh bingung yah. Manusiawi kan?
(Below from Law and Order SVU 7.19 Fault)


Tweetnya udah diapus, masih aja dibahas. 
Ini nulis apaan sih, 
Kayak anak SMA aja. 

Tuesday, March 24, 2015

Compliance

kamu,
punya perasaan sedalam lautan,
tak bisa kau jabarkan dengan kata apapun,
setiap kali melihatnya,
kau selalu ingin berada di dekapnya,
dia hangat,
karena dia memelukmu dengan erat,
dan menepuk bahumu,
seolah dia tahu apa yang kau rasakan.
tidak, dia tidak tahu yang sebenernya.
lalu dia lepaskan pelukan terhangat itu,
lepas landas.
hati ini terasa pilu,
sakit melihatnya menjauh
tapi, langkah kaki membatu
kamu diam,
sampai akhirnya dia tak terlihat lagi.
sadar setelahnya, kamu berlari,
tetapi dia berlari lebih kencang,
kamu mendaki tempat yang lebih tinggi lagi,
demi melihatnya pergi sekilas.
lalu, kau ulangi sampai kau puas,

Esok harinya, kau bertemu nya lagi
dia memelukmu lagi,
dan kau melakukan hal yang serupa
sama seperti kemarin.

kadang lelah,
entahlah,
kau senang dengan apa yang kaulakukan,
dan kau se rela itu.

Sunday, February 22, 2015

End Game

There's a famous line which says "i love you so much it hurts"
well, maybe just maybe, it is true

Have you ever feel stuck? sure, you wanted to get out, but seems, you can't find the way. Or maybe,
you're just too blind to see the gateway.
But again,you demand to stay, even it is hurts. Even it is breaks your heart into pieces

Here's my bullet points,

Confessing doesn't make you feel any better, people might say that,
"God, you are the bravest girl in the whole world for finally admitting that you are in love with him".
Well, I did pull some stunt of action, but then again, everything didn't always turn the way you wanted to.
You will have a glimpse of hope after said those 3 words,you will feel that universe approved what you were doing. Then when the situation turns to be unpredictable one, you start reviewing the whole act, you start to sensing the hateful.
There's no one to remind you that this, isn't anybody's fault. You are completely strangers to him and apparently, you have to start thinking like him. So nobody gets hurt, so anybody can get home safely

home, I chuckled
shit, I just remember
that you are my shelter,
my last harbor
my hangar
my end game
home isn't always that good nowadays,
shit.

Wednesday, January 28, 2015

Time and Space

Back then, I begged God to give me more time. Time to conversed, time to blathered, time to be closed to you. Eventually, I found my way to be near you, to sat next to you, to devoured your thoughts and mine. As the time goes by, time itself become something that keep us apart.

Back then, we used to talk until we weren't sure how much time that passed, I had forever to hear your fantasies.

Now, as the time become more valuable to both of us, I don't need 3 hours, 1 hour, or even 7 minutes. I don't need to hear your husky voice. 3 seconds is enough. Enough to see you smile. Enough to be able to hug you, and enough to verbally says "I miss you" to each other.

Even, seeing you from the distances, when you spell out your other ideas to the others, make me happy. I'm not even grumble about "that should be me" thing. Even though, we have a little space between us, again blame the time, I know that you speak highly of me in front of that others. I am that happy.

I set myself at the very low bar when it comes to term of "happiness". Happiness is over rated.

I should stop chasing you, but I won't let my self not to see you when I know that you're around.

Wednesday, December 31, 2014

Past Present Future Perfect

What did I do?
                            
Last January, I went to South Korea for my first ever trip with my friend, not with my family member or not even alone this time. Setelah 1 tahun penuh menderita mengumpulkan uang, karena maunya jalan – jalan pake uang sendiri, dari bawa bekal ke kampus sampe ninggalin uang di rumah biar ga dipake duitnya. Drama juga karena gue kesana pas UAS, tetapi puji Tuhan bisa juga mencapai tujuan.

Gue dipercaya buat menjadi Director untuk sebuah one-act play berjudul “Anniversary” yang notabene, gue gagal menjalakannya.

Tahun ini gue beruntung sekali bisa kenal dengan orang – orang yang buat gue sih hebat. Mostly ini semua dosen – dosen gue sih. Gue punya 2 dosen favorit tahun ini, di semester yang sama. Yang satu, beliau adalah seseorang yang membuka pikiran gue tentang betapa deketnya dunia advertising dan PR, jadi pikiran gue sekarang ga melulu masalah advertising, bahkan gue tertarik untuk kerja di dunia PR nantinya kalo dijinkan, semua karena beliau. Yang kedua, beliau jadi inspirasi gue untuk menempuh pendidikan lebih lanjut lagi dan lagi, untuk mewujudkan cita – cita gue yang sesungguhnya. Beliau berusia belum 30 tahun, tapi sudah meraih banyak prestasi, dan bahkan sekarang beliau adalah mahasiswa doktoral di australia dengan beasiswa penuh. Keren banget lah pokoknya.

Gue menang (lagi) di Amazing Race nya Jakarta Pusat alias Balada Kopaja. Tahun ini hadiahnya lebih banyak, tantangannya lebih menantang, sumpah lebih capek. Inge yang tadinya mengisi tim tahun lalu di gantikan Akbar. Tahun ini diantara kita lebih drama sih yang jelas, untung aja menang.

Semester 3 di kampus baru. Ternyata gue beneran survive di kampus baru, walaupun ritual hari jumat tetep ke perpus UI yang sekarang bayar itu buat alumni. Semester ini gue memutuskan untuk join di Research Club. Semua temen gue kayak literally wondering, anak kayak gue masuk Research Club instead of radio atau TV. Mereka kira gue bercanda, padahal gue beneran serius masuk klub ini. Terus karena ke “murah” an gue waktu itu, gue pernah jadi petugas surveyor while gue belum resmi jadi anak Research. Modal tebel muka aja sih. Terus gue enjoy gitu di Research Club ini, officers nya baik baik, dan club ini punya club coordinator yang super asik juga. Seorang dosen yang ternyata temen kakak gue.

Resolusi gue selama 4 tahun terakhir akhirnya gue jalankan. 4 tahun bikin resolusi yang sama dari tahun 2010, dan gue finally melakukannya. Momen terbikin lega sepanjang tahun. Masalah cinta – cintaan deh pokoknya.

Most importantly, gue sudah berumur 21 tahun. Itu berarti ini saatnya gue memasuki fase dewasa gue.

Tahun 2014 patut gue sangat syukuri karena banyak banget kebesaran Tuhan dari hal – hal kecil sampai hal besar yang bener – bener gue rasakan di tahun ini. Gue beneran jadi percaya kalo Tuhan selalu nemenin gue di setiap langkah gue. Tahun ini gue tutup dengan ke gereja. Untuk tahun yang ke 21, gue selalu menghabiskan tahun baruan di gereja dan di rumah. Gue dianugrahi khotbah yang luar biasa dari pendeta gue. Gue seneng bisa menutup tahun dengan perasaan yang literally damai. 

Tomorrow, 2015

Kalau jalannya mulus, gue akan mengambil kelas Proposal, yang akan menghantarkan gue untuk menulis skripsi. Terus, gue juga akan magang (lagi) dan masih ada 2 mata kuliah yang harus dikerjar.

Akhir tahun depan gue harus udah sarjana gimanapun caranya, namun halal.

Parks and Recreation akan mengakhiri seriesnya di tahun depan. Ini adalah hal serius lainnya yang harus gue hadapi. Gue harus menyiapkan diri untuk kehilangan Leslie, Ben, Tom, April, Andy, Donna, Larry, Chris dan Ann.

Selama ini gue selalu meragukan apakah gue bisa “move on” atau enggak. Ketika ada tanda petik kita semua tau lah ya arahnya kemana. Selama ini gue meng sugesti diri gue untuk move on walaupun susah. Sekarang gue mau optimis, gue mau menghilangkan kata “walaupun susah” nya. Berarti 2015 ini gue harus sadar, bahwa gue sudah menghabiskan banyak waktu selama 7 tahun ke belakang. Gue harus melangkah maju, bukan malah memeriksa keadaan yang sudah terjadi kebelakang. Kata Marina, 21 tahun harusnya menjadi “Age of Love” ini terbukti karena dirinya, plus Adel menemukan seseorang di usia 21. Ga mau jadi target juga sih buat gue, ketika waktunya tepat, gue yakin kok pasti ada yang tepat pada waktu yang tepat pula. 

Akhirnya, kita semua harus menyambut tahun baru ini dengan gembira. Banyak yang bilang, kalau "gue sih gak terlalu excited sama 2015". Percayalah, seminggu kemarin gue juga begitu, tapi hari ini gue tahu bahwa, gue harus menyambut tahun baru dengan semua yang serba baru. Gue ga bisa memprediksi apa yang akan terjadi, gue juga gamau berharap banyak, tapi nanti kalo tiba tiba sesuatu yang besar terjadi, biar jadi surprise aja. Kalau pun tidak terjadi apa apa, hal yang bisa gue lakukan adalah yaudah disyukurin aja,